Rabu, 28 April 2010

Koraan di Masa Kolonial Belanda

Peran pers pada masa zaman kolonial Belanda sangat penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ini dilihat dari banyaknya koran yang bermunculan sebelum Indonesia merdeka, khususnya di Sumatera Utara. Dari data yang diperoleh, tercatat lebih dari 133 koran yang pernah terbit di Sumatera Utara pada waktu itu. Bahkan koran pertama di Indonesia yang berani menggunakan kata merdeka sebagai nama koran adalah benih merdeka yang terbit di Medan Tahun 1916.
Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial Unimed, Ichwan Azhari pada acara pembukaan pameran pers zaman kolonial Belanda di Sumatera Utara kemarin pagi mengatakan bahwa banyaknya koran yang terbit di masa kolonial tersebut tidak pernah dimasukkan ke dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.

Ichwan juga mengatakan bahwa pers di Sumatera Utara memiliki peranan yang penting dalam era pergerakan mewujudkan Indonesia, namun belum pernah tercatat dalam buku sejarah nasional, hal ini dikarenakan tidak adanya kesadaran sejarah pada waktu itu.

Dalam kegiatan tersebut dipamerkan beberapa koran terbitan Medan Tahun 1884 sampai Tahun 1942, seperti Koran Anak Batak terbitan Sibolga Tahun 1927, Suara Batak terbitan Tarutung Tahun 1928, Endracht Sahora Tahun 1933 dan memamerkan benda-benda peninggalan sejarah kolonial lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar